Review spider-man homecomming, sedikit membingungkan untuk sebuah perkenalan

Disclaimer:  review ini adalah pendapat pribadi dari penulis yang bisa saja berbeda selera dengan anda. Sikapi dengan bijak jika tidak sependapat. Penulis yang mereview adalah konsumen dan bukan peneliti yang ahli. Jadi apa yang tertulis disini adalah salah satu suara konsumen.

Ketika melihat promosi yang dilakukan oleh marverl untuk film terbaru si manusia laba-laba ini seolah film ini  akan menjadi film terbaik dari film spiderman yang pernah di tayangkan di bioskop.

review spiderman home coming

Memang pemain utama sangat perpengaruh dalam sebuah film. Pun demikian dengan film yang satu ini. Pemain utama yang di bintangi oleh Tom Holland, seolah tidak mendapat sambutan yang positif di kalangan para pengikut film. Karena banyak yang berpendapat bahwa spider-man kali ini terlalu kekanak-kanakan. Memang tidak dipungkiri bahwa tujuan dari marvel kali ini adalah sebuah perkenalan dari pemain baru di dunia perfileman. Namun menurut saya pribadi harusnya adalah sebuah superhero yang lain dan bukan spider-man yang notabene sudah memiliki hati para penggemarnya. Mungkin banyak yang setuju dengan pendapat saya tapi itulah menurut pandangan seseorang penikmat film (konsumen).

Ceritanya sendiri tidak jauh berbeda dari cerita sebelumnya, dimana manusia laba-laba berasal dari gigitan Serangga yang menyebabkan Dia memiliki kekuatan di luar manusia yang lainnya. Namun dalam perjalanannya dia bertemu dengan Iron Man yang berperan sebagai pemberi fasilitas superhero. Dalam hal ini adalah baju laba-laba yang digunakan.

Hal ini menyebabkan Iron man seolah jadi orang tua atau guru dari spider-man tersebut.  Itu diperkuat dengan keinginan dari spider-man untuk bisa bergabung bersama tim Iron Man. Mungkin kamu akan mengetahui makna team Iron-man jika beberapa waktu yang lalu menonton film the avengers dimana Iron Man bermusuhan dengan Captain America.

Secara keseluruhan film ini cukup menarik untuk ditonton di akhir pekan begitu juga jika anda ingin menonton bersama anak-anak. Film ini tergolong aman. Namun dari sisi penonton dewasa mungkin akan terkesan membosankan dan kurang menarik. Tapi selera jelas berbeda.

Untuk urusan grafis jangan di tanya. Marverl mengemas dengan sempurna dan apiik.

Cast:

Tom Holland … Peter Parker / Spider-Man

Michael Keaton … Adrian Toomes / Vulture

Robert Downey Jr. … Tony Stark / Iron Man

Marisa Tomei … May Parker

Jon Favreau … Happy Hogan

Gwyneth Paltrow … Pepper Potts

Zendaya … Michelle

Donald Glover … Aaron DavisJ

Jacob Batalon … Ned

Laura Harrier … Liz

Tony Revolori … Flash

Bokeem Woodbine … Herman Schultz / Shocker

Trailler:

3 Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil yang Patut Anda Ketahui!

Tidak sedikit para orang tua senang untuk menghabiskan waktu liburan mereka dengan pergi ke bioskop. Tidak hanya itu, mereka pun sebagai orang tua tidak sungkan untuk memboyong serta anak mereka untuk menghabiskan waktu di bioskop. Selain itu, yang kita ketahui ke bioskop selain dapat menghabiskan waktu liburan, kita juga dapat menikmati manfaat lainnya seperti menjadi semakin rileks dan tentunya keluarga pun turut bahagia karena film yang ditonton baik secara emosional mampu membuat penontonnya merasa puas dan terhibur.

Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan terlebih ketika anda hendak mengajak anak atau buah hati serta untuk menonton film di bioskop. Hal ini merupakan hal yang tidak bisa anda anggap remeh bukan? Karena tentunya seperti yang telah kita ketahui, membawa anak untuk menonton film di bioskop berarti anda sebagai orang tua patut mempersiapkan segalanya dari jauh hari. Untuk memahami hal tersebut, maka kami akan melampirkan beberapa hal yang termasuk dalam Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil yang mampu anda ikuti dan tentunya persiapkan dalam membawa buah hati kesayangan anda. Simak informasinya berikut ini!

bioskope di indonesia

Persiapkan hal terpenting, pilih dan review film!

Hal pertama sebagai Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil yang patut anda ikuti adalah untuk menentukan film yang tepat bagi si buah hati anda. Tentunya sebagai orang tua anda tidak ingin mengajak anak anda untuk menonton film yang seharusnya tidak ditonton oleh buah hati kesayangan anda bukan?

Untuk itu, penting bagi anda untuk memilih film yang tepat. Tidak hanya itu, dalam memilih film yang tepat, penting bagi anda untuk dapat membaca review atau ulasan film terlebih dahulu. Hal ini tentunya akan membantu anda dalam menentukan satu pilihan film yang tepat. Selain itu, baik dan tentunya penting bagi anda untuk mempertimbangkan durasi maupun genre dari film yang hendak anda maupun buah hati kesayangan anda tonton.

Untuk itu kami pertimbangkan bagi anda agar dapat memilih film yang ringan seperti cartoon dan memiliki durasi yang singkat. Hal ini menjadi alasan wajib bagi anda agar anak anda dan anda sama-sama mampu menikmati film dengan menyenangkan. Penting bagi anda juga tentunya agar film yang hendak ditonton memiliki alur yang tidak terlalu lambat tapi tetap dapat dinikmati bersama-sama. Hal lainnya yang mampu menjadi pertimbangan anda adalah usahakan agar anda mampu memilih film yang jadwal tayangnya tidak bersamaan dengan waktu tidur sang buah hati. Hal ini memungkinkan kesayangan anda agar tetap dapat menikmati waktu istirahat atau tidurnya.

Pastikan anak anda benar-benar siap

Hal lainnya yang merupakan Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil adalah agar anda mampu mempersiapkan anak anda dan membawa anak anda untuk menonton di bioskop dalam keadaan siap. Dalam hal ini, penting bagi anda untuk dapat memilih tempat duduk yang tepat selagi menonton terlebih agar tidak duduk terlalu dekat dengan pengeras suara atau sound.

Apabila suara atau volume yang timbul dari film masih terlalu kencang, akan lebih baik bagi anda agar anda membawa penutup telinga yang berguna untuk meredam suara selagi film diputar. Selain itu, agar anak anda tidak terlalu lapar atau dapat menikmati film dengan menyenangkan, baik bagi anda untuk membeli snack yang dapat dimakan saat film berlangsung.

Masuk terakhir

Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil lainnya yang akan kami sampaikan adalah agar anda mampu masuk ke dalam studio film terakhir atau belakangan. Hal ini dimaksudkan agar anak anda tidak rewel di dalam studio. Selain itu, manfaat yang dapat anda peroleh lainnya adalah agar anak anda tidak merasa bosan terutama saat film belum mulai berlangsung, atau hanya menonton awal sebelum film dimulai seperti iklan atau bahkan trailer yang kerap membuat anak merasa bosan.

Demikianlah hal yang dapat kami ulas pada pembahasan kali ini. Penting bagi anda untuk memperhatikam hal tersebut agar baik anda maupun buah hati dapat merasa puas dalam menonton film kesukaan. Selamat mengikuti Tips Menonton Film di Bioskop Membawa Anak Kecil.

2 Tips Simpel Menonton Film di Bioskop bersama Pasangan Biar Romantis

Nonton adalah salah satu agenda wajib yang banyak orang pacaran di belahan dunia lakukan, betul bukan?? Tentunya amat betul! Karena berdasarkan beberapa data yang telah kami peroleh dan tentunya kami amati, tidak sedikit orang yang sedang berpacaran akan menghabiskan waktu mereka untuk menghabiskan waktu bersama.

Salah satu cara yang kerap dilakukan dan tentunya menjadi pilihan bagi kaum muda atau bahkan mereka yang sedang menjalin hubungan adalah dengan menonton film. Hal ini tidak lain, dengan menonton film dapat menambah hubungan kedua belah pihak menjadi semakin rukun dan tentunya akur. Betul tidak?

Tidak hanya itu, dengan menghabiskan waktu bersama, kedua belah pihak yang berpacaran pun akan merasa bahwa hubungan mereka akan menguat terlebih ketika mereka banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Akan tetapi, eitsss.. jangan girang dulu karena terdapat beberapa hal yang harus kamu semua perhatikan loh terutama dalam membuat atau pun menambah kualitas hubungan anda semakin meningkat ke arah positif. Nah, untuk mengetahui informasi yang berguna untuk kamu semua terutama dalam mempersiapkan quality time kalian mari kita amati beberapa hal yang terkait dengan Tips Menonton Film di Bioskop bersama Pasangan di bawah ini!

nonton film bersama pasangan

Cek dan review film terlebih dahulu!

Perkembangan dunia sekarang sudah berubah guys.. benar bukan? Seiring dengan bertambahnya atau dikembangkannya gadget yang dapat membantu kita, tentu segala hal yang ingin kita ketahui dapat dengan mudah dicek dan diamati.

Nah, begitu pula dalam melihat serta menentukan film yang tepat bagi anda yang ingin menghabiskan waktu bersama pasangan anda! Dengan kemudahan gadget yang anda miliki, anda dapat dengan mudah membuka hp atau computer maupun laptop anda untuk memilih film yang anda sukai dan untuk mengecek atau mencari tahu ringkasan film dapat dengan mudah anda ketahui melalui google atau mesin pencari yang sudah eksis ini.

Tidak hanya itu, dengan menentukan film yang hendak anda tonton ini dapat mempermudah anda dengan pasangan tercinta anda nantinya dalam menentukan film yang hendak ditonton di bioskop nantinya. Selain itu, pertimbangkan pula genre dari film yang hendak anda tonton.

Dalam hal ini kami menganjurkan anda agar menonton film box office atau film yang bergenre action atau laga. Hal ini dikarenakan film berjenis ini lebih dapat membuat para penonton focus untuk menonton dan tentunya mampu meningkatkan emosi para penontonnya alias dapat menambah keseruan. Nah, tentunya hal ini lah yang mampu menjadi salah satu Tips Menonton Film di Bioskop bersama Pasangan yang dapat menjadi salah satu contoh yang dapat anda ikuti dan coba.

Hindari jenis film berikut ini!

Tips Menonton Film di Bioskop bersama Pasangan sebelumnya tentunya mudah bagi anda untuk diikuti bukan? Nah untuk poin kedua ini kami akan memberikan yang terbaik yakni yang berkaitan dengan beberapa jenis film yang patut bagi anda bersama dengan pasangan untuk hindari.

Yang pertama kami anjurkan adalah bahwa lebih baik bagi anda dengan pasangan yang anda cintai untuk tidak menonton ataupun memilih film yang berjenis horror. Hal ini dikarenakan, penting bagi anda agar tidak mengubah suasana hati anda. Untuk itu kami sarankan anda memilih film yang mampu meningkatkan suasana hati anda bersama pasangan anda menjadi lebih ceria dan tentunya baik kamu dan dia jadi senang!

Tidak hanya itu, apabila film horror tersebut sangat horror akan menjadi hal yang sungkan bagi anda untuk diceritakan dan dibicarakan kembali. Benar bukan? Selanjutnya, kami juga tidak menganjurkan bagi kamu dan dia untuk memilih film yang bergenre romantis. Kenapa? Padahal menyenangkan dan tentunya disukai para perempuan bukan?

Akan tetapi, tentu saja tidak sedikit kaum pria tidak suka dan merasa bosan untuk menonton film berjenis ini. Alhasil baik kamu dan dia pun nantinya jadi tidak bisa menikmati film bersama, karena si pria bosen dan bete tuh.

Jadi, bagaimana? Dari saran-saran yang berkaitan dengan Tips Menonton Film di Bioskop bersama Pasangan sudah memuaskan kamu bukan? Tentunya tidak hanya menambah wawasan kamu dan dia, tapi baik kamu dan dia tentunya sudah sama-sama tahu dan paham setiap alasan dibaliknya. Selamat mencoba ya!

Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D

Banyak orang di belahan dunia ini menyukai nonton film dan tentunya nonton fim di bioskop! Benar bukan? Hal ini tidak lain karena bioskop banyak menyajikan berbagai tayangan film yang beragam! Selain itu, dengan menonton film di bioskop banyak hal yang dapat anda dapatkan.

Salah beberapa diantaranya adalah anda dapat menghabiskan waktu liburan anda, menyehatkan pikiran anda karena dengan menonton film di bioskop anda dapat pula membuat pikiran anda menjadi rileks dan tentunya menjadi santai. Selain itu, banyak pula yang dapat anda peroleh seperti menonton film yang sedang eksis atau marak diperbincangkan, berbagai jenis type produksi gambar yang tidak hanya 2D alias seperti yang televisi pada umumnnya siarkan.

cara kerja film 3D

Hal ini tidak lain dikarenakan, ketika kita menonton film di bioskop, bioskop menyajikan berbagai jenis produksi gambar yang beragam yakni tidak hanya 2D atau 2 dimensi saja tetapi juga 3D alias 3 dimensi. Hal ini lah yang kemudian diketahui sebagai efek film yang dengan canggih dapat terasa keluar dan nyata ketika anda menontonnya, terlebih apabila anda menggunakan alat yang telah disajikan yakni kacamata 3D.

Nah, pada pembahasan kali ini kami akan membahas Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D yang penting dan tentunya baik bagi anda untuk ketahui.

Cara Kerja film 3D

Hal awal yang akan kami ulas pada ulasan berikut ini yang terkait dengan Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D adalah terkait dengan cara kerja atau prinsip film 3D yang dapat anda ketahui disini! Teknis atau prinsip dasar yang dapat menjadi basis dari film 3 dimensi adalah bahwa film 3 dimensi memiliki produksi gambar yang lebih canggih atau yang diketahui secara stereoscopic.

Selain itu, hal ini dapat diartikan sebagai gambar-gambar yang ditampilkan secara berpasangan alias terlihat terlepas atau berdiri masing-masing dari apa yang terlihat melalui dari mata telanjang kita. Nah, gambar ini lah yang kemudian harus disajikan atau diposisikan secara tepat dan tentunya proporsional antara satu gambbar dengan gambar yang lainnya agar kedua gambar yang timbul ini dapat membentuk efek gambar yang kemudian dikenal dan diketahui sebagai gambar 3D atau gambar 3 dimensi.

Tidak hanya yang telah disebutkan di atas, dalam menghasilkan gambar atau efek 3 dimensi yang sangat memuaskan, diperlukan sinkronisasi atau kejelasan gambar agar dapat muncul dan hasil dengan sempurna baik nampak dalam mata kiri dan mata kanan. Sehingga, saat film 3D diputar, film ini dapat terputar dengan baik yakni dengan kejelasan yang sama alias tidak kabur.

Untuk itu lah, dibutuhkan suatu alat pendukung yang mampu membantu penontonnya untuk menikmati film yakni sebuah kacamata yang khusus dibuat dan tentunya diperlukan agar mata dapat lebih optimal terutama dalam menangkap efek gambar dari 3 dimensi yang dihasilkan dari film tersebut.

Kacamata 3D

Seperti yang telah kita ketahui di atas terutama yang berkaitan dengan Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D dapat dipahami bahwa ketika seseorang menonton film 3D membutuhkan kacamata yang khusus yang bertujuan bagi anda untuk dapat memuat gambar yang tayang pada layar kaca di bioskop dapat muncul secara nyata dan tepat di depan kedua mata anda.

Hal ini lah yang dapat disebutkan sebagai hasil dari olahan efek 3 dimensi pada suatu film. Gambar atau objek ini lah yang juga dapat terlihat bergerak keluar dan masuk layar yang dapat diseolahkan bahwa gambar atau objek tersebut menuju ke arah anda. Tidak hanya itu, kehebatan efek film dengan 3 dimensi beserta dengan kacamata yang diperuntukkan yakni kacamata khusus 3D ini mampu mengajak anda seolah anda sedang berada pada adegan di film yang tayang dan yang kemudian membuat anda sebagai penontonnya merasa bagian dari film tersebut.

Adapun secara teknis sebagai salah bagian dari Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D ini diketahui bahwa kacamata khusus 3D ini hadir untuk melihat secara akurat dan tentunya berguna untuk mengumpan gambar yang berada tepat di depan mata. Sedangkan yang terdapat pada layar adalah yang menampilkan dua gambar, sedangkan dengan kacamata 3D gambar muncul menjadi satu.

Sistem yang digunakan pada kacamata 3D adalah kacamata merah-hijau dan merah-biru. Bagian ini dikenal juga sebagai filter atau proyektor yang menampilkan kedua jenis gambar sekaligus.

Demikianlah informasi yang layak anda ketahui. Dengan mengetahui informasi tersebut, tentunya anda sudah paham alasan dibaliknya yang terkait dengan Mengetahui Cara Kerja Film 3D dan Hubungannya dengan Kacamata 3D. Terlebih ketika anda hendak menonton film 3D.

Review film The Mummy (2017) menyeramkan layaknya film horor

Disclaimer:  review ini adalah pendapat pribadi dari penulis yang bisa saja berbeda selera dengan anda. Sikapi dengan bijak jika tidak sependapat. Penulis yang mereview adalah konsumen dan bukan peneliti yang ahli. Jadi apa yang tertulis disini adalah salah satu suara konsumen.

Setelah lama vacuum dari nonton film akhirnya hari ini nonton lagi. Dan kali ini yang saya tonton adalah film The MUMMY.

Telat dan sangat telat. Karena film ini sudah nongkrong di bioskop selama hamper 1 bulan. Dan minggu ini adalah minggu trakhir film ini tayang di bioskop.

Tadinya saya mau lewatkan saja film ini seperti Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017). Ya… bebar sekali saya tidak sempat menonton pirate of ca. Namun setelah di piker-pikir Karena hari libur lebaran ini saya tidak ada kegiatan lagi tak apalah walau telat akhirnya saya nonton The MUMMY 2017.

REVIEW THE MUMY 2017

Sempat beberapa kali  lihat trailer dari  film ini dan memang menjadi magnet tersendiri, dimana tom cruise menjadi tokoh utama di dalamnya. Selain itu trailer film ini juga menggambarkan adegan yang luar biasa serta grafis animasi yang menakjubkan. Jadi tidak salah kalau film ini bertahan cukup lama.

Pendapat saya ketika nonton film ini nuansa horornya terasa sekali. Sering kali adegan tiba-tiba muncul dan bikin kaget. Layaknya film zombie (RESIDENT EVIL), mayat hidup yang seringkali mengagetkan menjadi ciri khas film ini.

Dari segi ceritanya-pun tidak mudah di tebak. Terutama endingnya awalnya saya menebak film ini akan happy ending namun ternyata happy ending tapi menyisakan tom cruise yang memiliki bahan untuk melanjutkan film MUMY ke seri berikutnya.

Untuk urusan grafis, film ini memiliki kualitas yang sangat baik dan nyata. Namun ada beberapa yang kurang baik yaitu dari segi content dewasa. Meski tidak menampilkan adegan dewasa, namun sebagai putri mesir (Sofia Boutella) ternyata memaksa Cleopatra menggunakan busana yang sangat minim. Hal itu membuat film ini layaknya di tonton oleh orang dewasa. Pastikan anak anda tidak di ajak untuk menonton film ini.

Ceritanya bermula dari perebutan kekuasaan saat kerajaan mesir berkuasa. Cleo (ahmanet)merasa tersaingin Karena di ternyata memiliki seorang adik laki-laki. Karena nafsu untuk menjadi raja ia akhirnya meminta bantuan kepada iblis dan membunuh ayah serta ibu dan adiknya.

Namun perbuatannya di ketahui oleh pihak kerajaan dan akhirnya dia di mumikan hidup-hidup dan dala keadaan sitan bersemayam dalam tubuuhnya.

Sejarah tersebut muncul kembali disaat kuburan ahmanet terbuka akibat ledakan bom di saat konflik timur tengah. Dari situlah ahmanet ingin megulang prosesinya yang dulu di gagalkan oleh pihak kerajaan mesir.

Kesimpulan

Dalam review film the mummy 2017, over all menarik dan penuh kejutan. Tidak mudah ditebak dan kualitas grafisnya tidak di ragukan. Dan menurut saya film ini layak untuk di miliki CD -nya untuk di koleksi dan atau untuk di tonton di rumah dengan TV UHD terbaru dari LG.

Cast

Tom Cruise … Nick Morton, Russell Crowe … Dr. Henry Jekyll, Annabelle Wallis … Jenny Halsey, Sofia Boutella … Ahmanet, Jake Johnson … Chris Vail, Courtney B. Vance … Colonel Greenway, Marwan Kenzari … Malik, Simon Atherton … Crusader, Stephen Thompson … First Man, James Arama … Second Man, Matthew Wilkas … Reporter, Sohm Kapila … Reporter,  Sean Cameron Michael … Archaeologist, Rez Kempton … Construction Manager, Erol Ismail … Ahmanet’s Warrior

Trailer

5 Perbedaan Antara bioskop 2D dan 3D Mulai dari Sensasi Sampai Harga Tiketnya

Setelah kemarin membahas mengenai jenis-jenis theater yang ada di indonesia, sekarang kita coba mengetahui mengenai jenis fim yang bisa kamu nikmati saat ini.

Tahukah Anda bahwa ada beberapa perbedaan yang melatar belakangi film dengan format 2D dan film dengan format 3D. Beberapa perbedaan ini tentunya akan akan berpengaruh besar terhadap sensasi dan kenikmatan ketika menonton film tersebut. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya jika Anda memperhatikan ulasan berikut ini  :

beda film 2d dan 3d

Kualitas film

Jika dilihat dari kualitasnya :

–          Film dengan 2D, mempunyai kualitas gambar yang halus dan tidak memiliki benang halus. Selain itu, Suara yang dihasilnya oleh film tersebut juga  lebih jernih, jika dibandingkan dengan film dengan format biasa. Untuk masalah warna yang ditampilkan pada film berformat 2D cukup cerah dan juga tajam. Walaupun, resolusi layarnya tidak terlalu besar, bahan tidak lebih besar dari film dengan format biasa. Jika dilihat lebih detail. Potongan adegan, terlihat lebih halus, bahkan terlihat seperti tidak ada potongan.

–          Film dengan 3D, juga mempunyai kualitas gambar yang juga halus, jernih dan tidak memiliki benang halus. Dilihat dari segi suara, suara yang dihasilkan cukup jernih, ditambah adanya sound sistem di beberapa titik, semakin membuat film terasa lebih nyata. Aneka macam warna yang ditampilkan oleh film pun terlihat lebih cerah dan menyatu dengan gambar. Resolusi layar yang ditampilkan tentu saja lebih baik, karena film 3D memberikan efek khusus pada para penonton. Potongan adegan juga hampir tidak terlihat.

Cara menampilkan film

Apabila dilihat dari teknik menampilkan filmnya, maka :

–          Film dengan teknik 2D, membuat bioskop harus menggunakan proyektor khusus, selain itu film yang ditampilkan juga harus berformat 2D, bukan format lainnya.

–          Film dengan teknik 3D, Untuk teknik menonton film 3D, maka para penonton harus menggunakan sebuah kacamata khusus yang disebut dengan kacamata 3 dimensi. Sedangkan dari segi penyelenggara bioskop yang menggunakan teknik real 3D, tentunya harus menggunakan layar berwarna perak. Tapi untuk biokop yang menggunakan teknik Dolby 3D dan IMAX 3D, layar yang digunakan adalah layar yang biasa

Teknik menonton

Teknik menonton film 2D dan 3D ini cukup berbeda, yaitu :

–          Menonton dengan teknik 2D, sebenarnya biasa saja, penonton cukup duduk di tepat duduk yang ada, dan menonton seperti biasanya.

–          Menonton dengan teknik 3D, sebaiknya menggunakan kacmata 3D. Dengan menggunakan kacamata seperti ini, efek gambar yang ditampilkan terasa seperti nyata, dan seolah keluar dari dalam layar. Penonton seakan dibawa melihat film secara langsung, bukan melalui layar, melainkan sepertni menikmati sendiri suguhan yang ada di depan mata. Efek ini juga kemudian diperjelas dengan dukungan pengeras suara di beberapa titik. Walaupun demikian, tidak menggunakan kacamata pun sebenarnya tidak masalah, karena penonton tetap dapat menikmati film yang diputar.

Subtitle

Untuk Anda yang tidak mengerti bahasa yang ada di dalam film, tentunya Anda membutuhkan sebuah subtitle.

–          Untuk teknik 2D, penggunaan subtitle ini masih dapat dipergunakan, dan pastinya membuat Anda mengerti jalan cerita dari film tersebut.

–          Untuk teknik 3D, penggunaan subtitle pada film dengan format 3D, tidak digunakan. Alasannya karena dapat mengganggu penglihatan ketika menonton film tersebut. Itu sebabnya ketika Anda menonton film 3D tidak ada subtitle.

Harga tiket

Perbedaan berikutnya antara 2D dan 3D ini terletak pada harga tiket masuk untuk para penonton.

–          Tiket masuk untuk film 2D, bisanya cukup mahal, jika Anda bandingkan ketika menonton film dengan format biasa.

–          Tiket masuk unttk film 3D, rata-rata 2 kali lebih mahal jika dibandingkan ketika menonton film dengan format biasa atau format 2D. Di beberapa bioskop harga tiket ini sudah termasuk harga kacamata, tapi di bioskop lainnya, tidak.

Dengan berbagai keunggulan yang ada pada masing-masing teknik film, Anda sebagai penonton tentu dapat memilih film yang tepat dengan teknik menonton yang juga tepat, entah itu 2D atau bahkan 3D.

Lalu bagaimana jika ingin menikmati sensasi film 3D dari rumah menggunakan laptop dengan murah? kamu bisa cek artikel kami yaitu cara menonton film 3D di laptop .

Demikian beberapa ulasan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing film ber-format 2D dan 3D, semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Ketahui lebih jauh 4 perbedaan IMAX 3D, REAL 3D, dan Dolby 3D

Ketika Mendengar tentang IMAX 3D, Real 3D atau juga Dolby 3D, mungkin Anda berpikir bahwa itu semua sama saja, atau mungkin cuma mirip. Tapi sebenarnya tidak seperti itu, walaupun sama-sama mempunyai akhiran 3D, akan tetapi teknologi yang digunakan berbeda. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya jika Anda membaca ulsan berikut ini :

perbedaan IMAX 3D, REAL 3D, dan Dolby 3D

1. IMAX 3D

Yang pertama kali akan dibahas adalah IMAX 3D :

Apa itu IMAX 3D

Sebenarnya apa itu IMAX 3D? IMAX 3D sendiri adalah sebuah singkatan dari Image Maximum, dimana layar bioskop yang digunakan lebih besar dari layar kebanyakan, yaitu sekitar 20 x 11 meter. Teknologi yang digunakan untuk bioskop ini adalah 3D polarized atau teknologi yang menggunakan visualisasi gelombang elektromagnetik dan juga cahaya, keduanya digabungkan menggunakan 2 proyeksi yang berbeda.

Sedangkan kacamata yang digunakan untuk IMAX 3D ini menggunakan teknologi linear polarized atau menggunakan proyeksi gelombang, dimana 1 mata hanya akan melihat 1 gambar saja. Itu sebabnya, ketika kacamata digunakan, membuat gambar yang ditampilkan seakan nyata dan keluar dari dalam layar bioskop, atau terlihat lebih nyata.

Keuntungan untuk penonton

Film yang diputar seakan lebih hidup. Ukuran yang lebih besar, membuat sensasi menonton terasa semakin berbeda, dibanding bioskop konvensional.

Kerugian untuk penonton

Sedangkan kerugian dari sisi penonton adalah mata akan jadi cepat lelah, dan tampilan gambar menjadi buram, jika posisi kepala tidak pada tempatnya atau horizontal.

Perbedaannya dengan Real 3D dan Dolby 3D

Perbedaan ketika seseorang menonton film dengan teknologi IMAX 3D adalah, penonton harus fokus, dan kepala tidak dapat bergerak secara bebas. Jika arah kepala sedikit melenceng, maka tampilan film jadi tidak 3D lagi.

2. Real 3D

Ulasan yang berikutnya akan membahas tentang Real 3D :

Apa itu Real 3D

Sebenarnya apa itu Real 3D? Real 3D sendiri adalah sebuah teater yang dibuat menggunakan layar yang berwarna perak atau silver screen, dan bukan layar putih seperti kebanyakan bioskop. Teater jenis ini akan dikombinasikan dengan stereoskopik dan juga kacamata 3D untuk menghasilkan proyeksi gelombang yang berputar atau istilah lainnya circular polarized. Dengan adanya circular polarized ini, membuat kepala penonton bebas bergerak kemana saja ketika menikmati film berformat 3D tersebut.

Keuntungan untuk penonton

Keuntungannya untuk penonton adalah kepala dapat bergerak lebih bebas ke mana saja, mata tidak cepat lelah dan harga kacamata pun jauh lebih murah.

Kerugian untuk untuk penyedia bioskop

Dari segi kerugian, nilai investasi untuk bioskop seperti ini jauh lebih tinggi.

Perbedaannya dengan IMAX 3D

Dibandingkan dengan IMAX 3D disini penonton lebih melihat gambar ke dalam layar, bukan muncul ke luar layar.

3.  Dolby 3D

Isilah 3D yang ketiga adalah Dolby 3D, adapun yang dimaksud dengan Dolby 3D ini, adalah :

Apa itu Dolby 3D

Yang disebut dengan Dolby 3D adalah sebuah teknologi terbaru yang dipergunakan untuk mengintegrasi film berformat 3D. Ketika Anda menonton film dengan format Dolby 3D, maka tampilannya mirip dengan film dengan format Real 3D. Hanya bedanya film dengan teknologi Dolby 3D, menggunakan teknik polarisasi 3 warna dari kacamatanya, yaitu hitam, hijau dan merah. Kacamata ini menggunakan lensa khusus, yang membuat harganya cukup mahal dari kacamata 3D di bioskop Real 3D.

Keuntungan untuk penonton

Keuntungan untuk bioskop adalah nilai investasinya jadi lebih murah, ketimbang real 3D. Sedangkan keuntungannya untuk penonton adalah aneka macam gambar yang ditampilkan oleh film jauh lebih tajam karena adanya lensa khusus.

Kerugian untuk penonton

Kerugian yang akan dialami oleh penonton ketika menikmati film ini adalah, kacamatanya yang lebih berat, karena dipasangi chip anti pencurian. Hal ini disebabkan karena harga kacamata ini yang cukup mahal.

Perbedaannya dengan Real 3D

Film yang ditampilkan dengan teknik Dolby 3D ini juga tidak memerlukan layar khusus atau silver screen, seperti real 3D. Itu artinya membuat nilai investasi bioskop jadi lebih murah.

5 Perbedaan Antara XX1, XX1 Premiere, Cinema 21, IMAX Dan CGV yang mesti kamu tahu

Hiburan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan juga tentu saja dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membuat hati menjadi lebih senang dan juga lebih fresh. Salah satu hiburan yang banyak dipilih oleh masyarakat adalah bioskop di mana masyarakat bisa menonton berbagai macam film baik film Indonesia ataupun film hollywood.

Perbedaan Antara XX1, XX1 Premiere, Cinema 21, IMAX Dan CGV

Kehadiran beberapa mall baru yang ada di Indonesia sendiri memang turut serta untuk membuka referensi bioskop. Setelah beberapa tahun bioskop di Indonesia didominasi dengan jaringan bioskop 21, sekarang ini sudah ada lebih banyak pilihan bioskop yang bisa menjadi referensi Anda. dari berbagai jaringan bioskop tersebut, tentu saja terdapat beberapa perbedaan dan juga daya tarik tersendiri. Dan berikut ini adalah beberapa perbedaan antara XX1, XX1 Premiere, Cinema 21, IMAX dan CGV:

XX1

Untuk yang pertama adalah XX1, Cinema XX1 sendiri didirikan pertama kali di Plaza Indonesia Entertaintment X’nter di bulan Januari 2004 dengan menggunakan 4 buah teater reguler dan juga 2 buah teater Premiere. Dulunya diberi nama Studio XX1 dan menjadi satu – satunya cinema yang menggunakan sofa pada keseluruhan studio serta memiliki sertifikat THX di semua studionya.

Dan pada tanggal 1 Juli 2014 sendiri merupakan hari terakhir operasiona dari Cinema XX1 di tempat tersebut. Sebagian besar film yang diputar di bioskop ini sendiri merupakan film hollywood baik yang terbaru maupun film lama. Tetapi juga memutar film Indonesia yang mana banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat.

Di akhir tahun 2008, seiring dengan perkembangan teknologi seperti 3D misalnya , serta semakin maraknya beberapa film yang berbasis format tersebut, maka Cinema XX1 ini turut serta mengaplikasikan teknologi yang bernama Dolby Digital Cinema 3D pada beberapa XX1 yang memang memadai. Jumlah dari bioskop yang mengadakan fasilitas tersebut memang semakin bertambah seiring dengan perkembangan teknologi film yang berformat tersebut.

XX1 Premiere

Kemudian untuk yang kedua adalah XX1 Premiere, pada dasarnya bioskop ini merupakan salah satu bioskop yang masih tergabung dalam Cinema 21 Group namun memang berbeda merk. Untuk jenis dari filmnya sendiri pada dasaenya bisa dibilang sama dengan XX1, tetapi yang menjadi perbedaannya adalah bioskop ini memang ditargetan untuk para pecinta film yang mana menginginkan fasilitas lebih mewah.

Selain itu juga tersedia juga The Premiere yang mana merupakan suatu konsep bioskop yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam kemewahan termasuk lobby khusus, kemudian kursi khusus, selimut dan berbagai kemewahan lainnya. Untuk bioskop ini sendiri memang baru hadir di beberapa Cinema XX1 saja, dan sampai dengan saat ini sedang dikembangkan. Untuk harga tiketnya sendiri dipatok mulai dari Rp 50.000,- sampai dengan Rp 100.000,-.

Cinema 21

Lalu yang ketiga adalah Cinema 21, secara umum bioskop ini sudah dilengkapi dengan tata suara seperti Dolby Digital, bahkan beberapa di antaranya yang mana merupakan Cinema 21 versi yang dulu, sudah memiliki sertifikat THX, contohnya saja seperti Hollywood XX1, kemudian Karawaci XX1 dan juga Pluit Village XX1 pada area Jakarta.

Tidak hanya itu saja, beberapa dari Cinema 21 ini mengadaptasi suasana dan juga kenyamanan yang mana setara dengan Cinema XX!. Tetapu hal tersebut berdasarkan dengan pangsa pasar yang dituju dan juga perjanjian dari pihak bioskop dan pengelola mall. Untuk harga tiketnya sendiri lebih terjangkau dibandingkan XX1, yaitu mulai dari Rp 15.000,- sampai dengan Rp 25.000,-.

IMAX

Yang keempat adalah IMAX atau kependekan dari Image Maximum, bioskop ini sendiri merupakan sebuah proyeksi film yang mana memiliki kemampuan dalam menampilkan gambar yang ukuran dan juga resolusinya lebih besar dibandingkan dengan film konvensional yang lainnya. Pada dasarnya standar layar dari IMAX ini sendiri adalah 22 meter untuk lebarnya dan juga 16 meter untuk panjangnya, tetapi bisa juga lebih besar lagi.

CGV

Dan yang terakhir adalah CGV yang merupakan jaringan bioskop yang ada di Indonesia yang mana mengusung konsep Cultureplex. Bioskop ini memang bisa dibilang spesialisasi dari beberapa film independen dan juga film indie yang mana tidak bisa Anda temui di bioskop yang lainnya bahkan film dari beberapa negara seperti Thailand, Korea ataupun Jepang yang mana sering diputar secara khusus di bioskop ini.

Untuk Anda yang ingin menonton di CGV model apapun, baik itu Sphere X, 4DX, Starium ataupun yang lainnya, bentuk dan juga warna dari tiketnya akan tetap sama.

Untuk lebih detail mengenai jenis bioskop yang ada di indonesia silakan baca macam-macam bioskop di indonesia.

5 Macam – Macam Bioskop Yang Ada Di Indonesia Saat Ini yang perlu kamu tahu

Masyarakat Indonesia sekarang ini disuguhkan dengan berbagai macam hiburan yang sangat menarik dan juga memanjakan mata. Salah satu hiburan yang banyak diminati oleh masyarakat sekarang ini adalah bioskop. Di Indonesia sendiri memang ada banyak sekali bioskop, baik dari lokasinya sampai dengan macam – macamnya.

Sebagian besar bioskop yang ada di Indonesia biasanya penuh pada saat musim liburan karena musim liburan sendiri merupakan suatu saat di mana sebagian besar masyarakat menginginkan sebuah hiburan. Dan berbicara tentang bioskop, berikut ini adalah macam – macam bioskop yang ada di Indonesia saat ini yang bisa menjadi salah satu pilihan Anda sebagai tempat untuk menonton film – film menarik:

bioskope di indonesia

Cinemax 21 Group

Yang pertama adalah Cineplex 21 Group, Cineplex 21 Group sendiri merupakan sebuah jaringan bioskop yang ada di Indonesia dan menjadi pelopor dari jaringan cineplex Indonesia semenjak tahun 1989. Jaringan bioskop tersebut tersebar pada beberapa wilayah di kota besar di seluruh Indonesia dan juga sebagian besar ada di dalam suatu pusat perbelanjaan. Beberapa film yang disajikan dalam bioskop ini adalah film Hollywood dan juga Indonesia sebagai menu utamanya, selain itu juga didukung dengan suatu teknologi tata suara yang sangat canggih yaitu Dolby Digital dan juga THX.

Seiring dengan tuntutan suatu perkembangan zaman seperti sekarang ini, Cineplex 21 Group ini sudah melakukan berbagai pembenahan dan juga pembaruan seperti membentuk jaringan bioskop menjadi 3 merk seperti Cinema 21, kemudian Cinema XXI dan juga The Premiere IMAX sebagai target pasar yang berbeda. Pada dasarnya Cineplex 21 Group ini dari bernaung di bawah PT. Nusantara Sejahtera Raya. Bioskop ini sendiri memiliki beberapa fitur unggulan seperti berikut ini:

  1. The Premiere XXI, fitur ini ditargetkan untuk para pecinta film yang mana menginginkan suatu fasilitas yang lebih mewah dan juga suatu konsep bioskop yang mana dilengkapi dengan kemewahan termasuk lobby khusus, kemudian kursi khusus seperti kelas bisnis dalam suatu pesawat, selimut dan beberapa kemewahan yang lainnya.
  2. Kemudian yang kedua adalah IMAX XXI yang merupakan sebuah bioskop dengan proyeksi film yang mana memiliki kemampuan untuk menampilkan gambar dengan ukuran serta resolusi yang jauh lebih besar dibandingkan film konvensional yang lainnya. Untuk standar dari layar IMAX sendiri adalah 22 meter untuk lebarnya, sedangkan untuk panjangnya adalah 16 meter, tetapi bisa juga lebih besar lagi.

CGV*Blitz

Kemudian yang kedua adalah CGV*Blitz atau Blitzmegaplex yang ada di bawah naungan PT. Graha Layar Prima. Bioskop ini merupakan suatu jaringan bioskop yang ada di Indonesia dan mengusung suatu konsep Cultureplex. Bioskop ini sendiri tersebar di berbagai wilayah di Indonesia bahkan di luar negeri, setelah berjalan beberapa tahun, bioskop ini mengalami suatu perubahan ke arah yang positif yaitu tidak hanya sebagai tempat untuk menonton film saja melainkan juga sebagai tempat berbagi kreasi dan juga bertukar kebudayaan. Ada beberapa fitur unggulan dari CGV*Blitz yaitu sebagai berikut:

  1. Velvet Class Blitz yang memberikan beberapa fitur seperti kursi dengan jenis sofa mewah pada setiap auditorium Velvet. Kemudian terdapat bantal fluffy, dilengkapi dengan selimut yang hangat dan juga nyaman. Selain itu juga menyajikan kenyamanan secara ekstra.
  2. Kemudian ada Satin Class Blitz yang menawarkan beberapa fitur seperti 52 kursi yang dapat dibaringkan pada setiap auditorium satin class, kemudian terdapat Satin Lounge dan dilengkapi dengan kotak tiket dengan kualitas eksklusif dan juga kenyamanan yang ekstra.
  3. Ada juga 4DX Blitz yang mana nantinya setiap pengunjung akan mendapatkan pengalaman film 4D yang meliputi pergerakan kursi, kemudian getaran, terdapat angin, air, aroma dan juga efek spesial yang lainnya. Dan masih banyak lagi yang lainnya seperti Sweet Box Blitz, Sphere X, Starium dan juga Gold Class.

Cinemaxx

Lalu yang ketiga adalah Cinemaxx yang ada di bawah naungan PT. Cinemaxx Global Pasifik yng merupakan perusahaan jaringan bioskop yang mana terafiliasi dengan salah satu perusahaan swasta terbesar yang ada di Indonesia yaitu Lippo Group of Company. Ada beberapa fitur unggulan dari bioskop ini seperti Cinemaxx Gold, Cinemaxx Ultra XD, Maxx Box, Maxx Games dan juga terdapat Cinemaxx Junior.

Platinum Cineplex

Yang keempat adalah Platinum Cineplex yang ada di bawah naungan PT. Tripar Multivision Plus yang merupakan sebuah jaringan bioskop yang mana memiliki developer yang berasal dari Vietnam yang khusus didedikasikan untuk beberapa kota Medioker tetapi dengan kualitas gambar, suasana dan juga suara yang premium.

Bioskop Independen

Selain itu ada juga bioskop independen yang mana dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat ataupun swasta dan sampai dengan sekarang ini masih eksis, contohnya saja seperti E-Plaza, Rajawali Cinema, Borobudur Cineplex, New Star Cineplex, Golden Theater, Denpasar Cineplex, Hollywood Cinema, Holiday 88 & Studio88 dan juga Bioskop Raya.

5 Rating Film Yang Musti Kamu Ketahui, setelah ini nonton film sesuai rating ya!!!

Membahas tentang rating film, maka pikiran Anda hanya terfokus pada keren atau tidaknya film yang akan ditonton tersebut. Namun sebuah rating film, tidak hanya melulu tentang kualitas film yang akan ditonton. Tapi juga berdasarkan batasan umur para penontonnya.

Mungkin Anda pernah mengajak anak atau saudara yang sebenarnya tidak diperbolehkan menonton film yang sedang tayang karena usianya di bawah umur yang telah ditentukan.

jenis rating filmm bioskop

Adalah MPAA, atau Motion Picture Association of Amerika, atau lembaga yang bertugas menciptakan sebuah sistem peringkat film berdasarkan kategori umur penontonnya. Hampir semua film yang akan ditayangkan di bioskop akan di bawa ke MPAA ini, untuk dibagi berdasarkan kategorinya. Disini ada sekitar 10 hingga 13 orang dewan, berisi orang tua yang memiliki anak. Ada sekitar 5 rating film yang dikategorikan berdasarkan usia oleh MPAA tersebut, antara lain :

1. G / General Audience

Itu artinya film tersebut, dapat ditonton oleh berbagai usia, baik anak-anak hingga orang dewasa.  Walaupun jika dilihat, terkadang ada kata-kata kasar atau adegan kekerasan, namun film jenis ini masih dinilai aman untuk ditonton oleh anak-anak.

2. PG / Parental Guidance Suggested

Jika Anda melihat rating ini, ada baiknya ketika Anda menemani sang anak ketika menonton film tersebut. Karena ada beberapa konten atau adegan yang sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak. Disini orang tua akan memberikan pengertian dan pengarahan, tentang mengapa adegan tersebut dapat terjadi. Beberapa film yang tidak lulus rating G, biasanya masuk ke PG ini.

3. PG-13 / Parents Strongly Cautioned

Jika Anda memperoleh rating film dengan tulisan seperti ini, itu artinya film ini tidak pantas untuk anak berusia 13 tahun ke bawah. Aturannya sama dengan PG, di PG 13 ini, walaupun sang anak sudah berusia 13 tahun, harus tetap didampingi dan di beri pengertian sesuai dengan umurnya. Karena biasnya film dengan kategori PG-13 ini mengandung unsur kekerasan yang cukup realistis hingga ekstrem. Walaupun film jenis ini banyak laris di pasaran, ada baiknya jika Anda sebagai orang tua tidak lengah ketika mendampingi anak menonton film jenis ini.

4. R / Restricted

Apabila Anda menemukan rating dengan tulisan seperti ini, maka anak yang berusia 17 tahun ke bawah harus tetap didampingi oleh orang dewasa atau orang tuanya. Ada beberapa adegan yang dianggap kurang layak jika ditonton oleh anak yang usianya di bawah 17 tahun. Seperti beberapa adegan dewasa, paham tertentu, dll.

5. NC-17 / No One 17 and under Admited

Ketika Anda menemukan tulisan seperti ini, artinya film ini sangat tidak diizinkan untuk anak berumur 17 tahun ke bawah. Alasannya cukup wajar, karena beberapa adegan dalam film ini dinilai terlalu dewasa, dan belum waktunya anak yang berusia 17 tahun ke bawah untuk menonton film tersebut.

Apabila film tidak dikirimkan ke MPAA, maka rating film akan diberi kode NR atau Not Related, yang artinya tidak dinilai. Apabila Amerika mempunyai lembaga sensor yang disebut dengan MPAA, maka di Indonesia ada yang disebut dengan Lembaga Sensor Indonesia. Sistem penilaiannya tentu berbeda dengan sistem penilaian yang telah dilakukan oleh MPAA.

Berikut ini adalah beberapa peringkat yang digunakan dan dijadikan standar oleh LSI atau Lembaga Sensor Indonesia tersebut, antara lain :

–          SU / A (Semua Umur / Anak), yang artinya film dapat di tonton oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

–          BO / A (Bimbingan Orang tua / Anak dengan batasan umur 4 hingga 7 tahun), artinya film dapat ditonton dengan bimbingan dari orang tua, dan anak yang boleh menonton mulai dari usia 4 hingga 7 tahun.

–          BO (Bimbingan Orang tua dengan batasan usia 5 hingga 12 tahun) artinya film ini dapat ditonton oleh anak yang berusia minimal 5 tahun hingga 12 tahun, dengan didampingi oleh orang tua.

–          BO – R/R (Bimbingan Orang tua – Remaja dengan batasan usia  13 hingga 16 tahun). Artinya film jenis ini dapat ditonton ketika anak memasuki usia 13 hingga 16 tahun, namun tetap di bawah pengawasan orang tua.

–          D (dewasa dengan batas minimal berusia 17 tahun), artinya film jenis ini dapat ditonton oleh remaja yang berusia 17 tahun lebih hingga dewasa.