Belajar QCC (GKM) mulai dari mana?

Salam QCC,

Berbagi bukan berarti menggurui ya… tujuan saya di sini hanya sharing saja. Jika apa yang saya sharing menambah wawasan kamu dalam ber-QCC maka target saya berhasil. Haaa, ya hanya sharing.

QCC itu sebenarnya sebuah flow chart itu kalau orang IT bilang. Soalnya, QCC itu menyambungkan logika, sebab dan akibat. Sama seperti pemrograman, tidak akan terjadi sesuatu jika tidak ada sesuatu. Widih…. ntar jangan-jangan sampai ke hukum Newton. Ingat ya… hukum Newton?

Ketika pertama kali mengenal QCC maka hal pertama yang akan kamu tanyakan adalah apa itu QCC. Benar kan?

Untuk itulah jika kamu ingin belajar QCC, hal pertama yang harus kamu tahu adalah apa itu QCC. belajar qcc mulai dari mana

Sebenarnya beberapa waktu lalu sekitar satu tahun yang lalu, heee kelamaan ya. Tapi benar satu tahun yang lalu saya telah menulis di blog ini mengenai apa itu QCC. Dan bisa kamu cek di sini. Namun karena satu tahun yang lalu blog ini belum terlalu terawat dan termaintain dengan baik, tulisan dan struktur dalam posting tersebut masih berantakan. Nanti saya perbaiki.

Sebenarnya sub domain ini yaitu edu.khedisfile.com juga tidak terawat karena minimnya dukungan. Tapi saya tetap mensuport munculnya artikel baru di thema edukasi ini meski intensitasya kecil.

Lanjut ke QCC atau ada juga yang menyebutnya sebagai Gugus Kendali Mutu. Setelah kamu mengetahui apa itu QCC, mulailah dengan mengenal step-step dalam ber-QCC.

Step QCC itu ada 8 yang saya tahu. Dan saya pikir itu wajib untuk kamu pahami sebagai permulaan. Baca 8 step QCC yang harus kamu tahu.

baca juga  materi wajib 7 tool QCC (GKM) dan fungsinya

Langkah ke-tiga adalah pahami tool yang di gunakan. Mulai dari keseluruhan tool dan fungsinya kemudian bagaimana membuatnya dan bagaimana penerapannya. Baca kupas 7 tool QCC (gugus kendali mutu).

Setelah ketiga hal itu kamu pahami, mulailah dengan mengenal area dimana QCC itu akan di terapkan. Misal area yang akan kamu QCC kan adalah sebuah plan produksi maka ketahui seluk beluk dan lokasinya.

Setelah mengetahui seluk beluk area tempat QCC, ketahui juga bagaimana tempat tersebut beroperasi. Mulai dari input, proses dan output.

Dengan mengetahui apa itu QCC dan mengetahui ruang lingkup QCC maka kamu sudah mendapat bayangan akan bagaimana QCC itu.

Setelah itu mulailah masuk ke bagian data yang di perlukan untuk mendukung QCC. Data ini adalah sebagai landasan kamu dalam ber-QCC. Sebagai contoh adalah kenapa kamu ber QCC?

pertanyaan itu tentu akan kamu jawab karena ada problem di area X, benar kan? untuk meyakinkan bahwa di area X ada problem maka kamu membutuhkan data problem yang terjadi di area X tersebut.

Itu jika berangkat dari problem yang dengan jelas kamu temui.

Sekarang bagaimana jika kamu kesulitan untuk menemukan problemnya? Gunakan key peformance indication di area tersebut. Bisa dengan laporan bulanan mingguan atau harian tergantung dari lingkup yang akan kamu ambil.

Dapat di pastikan setiap area memiliki target, nah kamu dapat menemukan dengan mudah masalah yang terjadi dari laporan tersebut, tentu terdapat problem jika target tidak tercapai.

Pertanyaan berikutnya, apakah QCC itu hanya berlaku untuk menanggulangi problem? bagaimana jika tidak ada problem?

baca juga  Penjelasan lengkap QCC

Tunggu next week yaa….

Jangan lupa follow twitter kami dan juga like fanpage untuk berdiskusi lebih dekat
1. Fan Page Facebook
2. follow Twitter