Ketika saya melihat judul film ini, saya mengira Ini adalah sebuah film kisah percintaan dari Raditya Dika yang memang selalu menarik untuk disaksikan di layar lebar. Ya… seperti film-filmnya sebelumnya yang selalu menyajikan kisah Cinta Yang kurang menyenangkan bagi pelaku utama. Ngeness tapi tetap seru karena bumbu humor yang di masukkan.

Namun presepsi itu hilang Ketika saya menyaksikan film ini di beberapa menit pertama. Kemunculan Vlogger Indonesia (bayu) mengubah pemikiran saya mengenai film ini dan saya berpikir ini sebuah film yang menceritakan perjalanan kehidupan asli dari para pelaku pelakunya. Seperti film dokumenter. Hal ini juga dikuatkan dengan mama dari setiap pemerannya yang tidak diganti sama sekali jadi mereka menggunakan nama asli. Seperti Raditya dika, soleh solihun, prilly, gading marten dll.

review hangout

Pikir saya berubah kembali ketika memasuki adegan dimana Raditya Dika dan para pemeran lainnya memasuki sebuah pulau kemudian Muchus yang tiba-tiba keracunan.  Saya pikir sebuah rekayasanya beliau untuk memberikan suprize kepada teman-temannya namun Om mmuchus benar-benar meninggal dunia dalam film tersebut jadi saya sempat berfikir ini film apa ya? komedi, horor, atau percintaan?

Adegan kematian demi kematian dari setiap pemain dalam film tersebut membuat saya ingin keluar dari bioskope karena saya benar-benar tidak paham mengenai cerita tersebut dan dengan sangat tabah sekali saya bertahan duduk dan menonton.

Hingga saya memahami bahwa ya… hanya sebuah imajinasi dan cerita fiktif. Saya juga kurang paham pesan yang akan dibawakan dalam cerita ini.

Namun demikian film ini tetap mendapat sambutan yang sangat luar biasa hingga film ini tempat nongkrong di bioskop Sekian lamanya dekat tempat saya tinggal. Hingga menghalangi film-film manca yang akan masuk tayang di situ.

Pandangan saya terhadap film Indonesia tidak berubah setelah melihat film ini dan meskipun banyak sekali yang menyukai film ini sepertinya, namun saya tetap kekeh bahwa film Indonesia masih seperti masa-masa sebelumnya (pendapat seorang awam tentang film).

Detail

Director: Raditya Dika
Writer: Raditya Dika
Stars: Raditya Dika, Soleh Solihun, Prilly Latuconsina dll.

Cast

Raditya Dika … Dika
Soleh Solihun … Soleh
Prilly Latuconsina … Prilly
Gading Marten … Gading
Titi Kamal … Titi
Surya Saputra … Surya
Dinda Kanyadewi … Dinda
Bayu Skak … Bayu
Mathias Muchus … Om Muchus

Trailer


khedi

khedi

Mahasiswa jurusan tekhnik informatika di jakarta. Mulai rajin nge-blog 2 tahun yang lalu. Sangat suka dengan teknologi terbaru. Terutama produk apple tapi tidak mau di sebut fanboy. Suka film fantasi, sci-fi, action, dan animasi.

2 Comments

Review Film the great wall 2017 Indonesia · January 10, 2017 at 10:30 pm

[…] adalah sebuah film yang sangat luar biasa. Bisa dibilang film terbaik di tahun 2017 yang baru berjalan setengah bulan ini. Mulai dari pemain, animasi, sampai cerita. […]

Review Film Monster Truck 2016 Indonesia · February 18, 2017 at 3:34 pm

[…] film ini menjadi hiburan tersendiri di sela-sela gempuran film Indonesia yang menurut saya sekarang-sekarang ini mulai bergairah lagi. Bagi kamu yang menjadi maniak […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Terbaru

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya?

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya? Kali ini yang trending topik dari dunia hiburan adalah istri arie untung yaitu fenita arie. Sebenarnya adalah kabar gembira sehingga kami memuatnya dalam kanal kami. Kabar Read more…

Review film

The Greatest Showman 2017 indonesia: Amazing dan heroik ceritanyapun dalam

Setelah kemarin membahas Jumanji, kini saya akan membahas sebuah film yang ternyata sangat menarik perhatian masyarakat indonesia. Yaitu The Greatest Showman. Film yang fenomenal dan merupakan inspirasi dari kisah nyata adalah karya terbaik yang mungkin akan Read more…

Review film

Review Jumanji : welcome to the junggle 2017 sungguh keren ceritanya

Saya sedikit lupa mengenai film jumanji dulu. Karena maklum ketika jumanji yang pertama saya masih bau ingus. Haaa, itupun nonton di TV 24 inch yang banyak semutnya. Berbeda dengan sekarang, sudah mampu beli tiket buat Read more…

%d bloggers like this: