Disclaimer:  review ini adalah pendapat pribadi dari penulis yang bisa saja berbeda selera dengan anda. Sikapi dengan bijak jika tidak sependapat. Penulis yang mereview adalah konsumen dan bukan peneliti yang ahli. Jadi apa yang tertulis disini adalah salah satu suara konsumen.

Kesan pertama ketika saya menonton film ini adalah durasi yang terasa sangat panjang. Namun demikian film ini tidak membosankan jadi saya berharap bahwa film ini akan lebih panjang lagi.

Maksudnya film ini enak untuk dilihat kemudian ceritanya juga mudah dipahami, aksi kemudian visualisasi yang disajikan juga sangat mengesankan. Sehingga membuat saya merasakan durasi yang panjang tapi ingin lebih panjang lagi

review logan 2017 indonesia

Film ini menceritakan tentang populasi mutan yang mulai menipis di tahun 2029 karena mutan banyak diburu dan dimanfaatkan untuk digunakan sebagai senjata perang. Dan film ini juga mengisahkan demikian. Karena ada sebuah perusahaan yang membuat mutan-mutan akan digunakan sebagai senjata dalam peperangan.

Produksi Mutant terus dilakukan dan salah satu hasilnya adalah Laura. Dia adalah keturunan dari logan namun logan sendiri tidak mengetahui bahwa dia pernah atau memiliki seorang anak wanita.

Kemampuan laura memiliki ciri khas yang berbeda. Memberikan warna sendiri dalam kisah manusia yang memiliki cakar besi. Laura memiliki 2 buah cakar besi di masing-masing tangannya dan satu buah cakar besi di masing-masing kakinya.

Ketika awal pertemuan antara Laura dan Logan mereka belum begitu menerima satu sama lain terutama untuk Logan karena dia merasa tidak pernah memiliki seorang anak namun Seiring dengan berjalannya waktu mereka berdua saling melindungi dan terlibat berbagai pertempuran. Sehingga mereka seolah terjalin komunikasi antara bapak dan anak.

Hingga pada akhirnya ketika pertarungan dengan kloning Logan, logan terkalahkan karena memang usianya sudah tidak mudah lagi. Sehingga kekuatan yang mulai menurun hingga pada akhirnya Logan dalam keadaan sekarat Laura menyebut dia sebagai ayahnya dan pada akhirnya logan pun mati dalam perannya.

Namun jangan khawatir karena Laura tetap hidup bersama dengan beberapa mutan lain yang berhasil selamat dari buronan sebagai senjata perang.

Detail:

Director: James Mangold
Writers: James Mangold
Stars: Hugh Jackman, Patrick Stewart, Dafne Keen

Cast

Hugh Jackman … Logan
Patrick Stewart … Charles
Dafne Keen … Laura
Boyd Holbrook … Pierce
Stephen Merchant … Caliban
Elizabeth Rodriguez … Gabriela
Richard E. Grant … Dr. Rice
Eriq La Salle … Will Munson
Elise Neal … Kathryn Munson
Quincy Fouse … Nate Munson
Al Coronel … Federale Commander
Frank Gallegos … Federale Lieutenant
Anthony Escobar … Federale
Reynaldo Gallegos … Rey (as Rey Gallegos)
Krzysztof Soszynski … Mohawk

Trailer


khedi

khedi

Mahasiswa jurusan tekhnik informatika di jakarta. Mulai rajin nge-blog 2 tahun yang lalu. Sangat suka dengan teknologi terbaru. Terutama produk apple tapi tidak mau di sebut fanboy. Suka film fantasi, sci-fi, action, dan animasi.

1 Comment

review Power Rangers (2017) nostalgia · March 30, 2017 at 4:26 pm

[…] adalah film nostalgia yang benar-benar nostalgia. Kenapa saya bilang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Terbaru

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya?

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya? Kali ini yang trending topik dari dunia hiburan adalah istri arie untung yaitu fenita arie. Sebenarnya adalah kabar gembira sehingga kami memuatnya dalam kanal kami. Kabar Read more…

Review film

The Greatest Showman 2017 indonesia: Amazing dan heroik ceritanyapun dalam

Setelah kemarin membahas Jumanji, kini saya akan membahas sebuah film yang ternyata sangat menarik perhatian masyarakat indonesia. Yaitu The Greatest Showman. Film yang fenomenal dan merupakan inspirasi dari kisah nyata adalah karya terbaik yang mungkin akan Read more…

Review film

Review Jumanji : welcome to the junggle 2017 sungguh keren ceritanya

Saya sedikit lupa mengenai film jumanji dulu. Karena maklum ketika jumanji yang pertama saya masih bau ingus. Haaa, itupun nonton di TV 24 inch yang banyak semutnya. Berbeda dengan sekarang, sudah mampu beli tiket buat Read more…

%d bloggers like this: