Disclaimer:  review ini adalah pendapat pribadi dari penulis yang bisa saja berbeda selera dengan anda. Sikapi dengan bijak jika tidak sependapat. Penulis yang mereview adalah konsumen dan bukan peneliti yang ahli. Jadi apa yang tertulis disini adalah salah satu suara konsumen.

Ketika melihat promosi yang dilakukan oleh marverl untuk film terbaru si manusia laba-laba ini seolah film ini  akan menjadi film terbaik dari film spiderman yang pernah di tayangkan di bioskop.

review spiderman home coming

Memang pemain utama sangat perpengaruh dalam sebuah film. Pun demikian dengan film yang satu ini. Pemain utama yang di bintangi oleh Tom Holland, seolah tidak mendapat sambutan yang positif di kalangan para pengikut film. Karena banyak yang berpendapat bahwa spider-man kali ini terlalu kekanak-kanakan. Memang tidak dipungkiri bahwa tujuan dari marvel kali ini adalah sebuah perkenalan dari pemain baru di dunia perfileman. Namun menurut saya pribadi harusnya adalah sebuah superhero yang lain dan bukan spider-man yang notabene sudah memiliki hati para penggemarnya. Mungkin banyak yang setuju dengan pendapat saya tapi itulah menurut pandangan seseorang penikmat film (konsumen).

Ceritanya sendiri tidak jauh berbeda dari cerita sebelumnya, dimana manusia laba-laba berasal dari gigitan Serangga yang menyebabkan Dia memiliki kekuatan di luar manusia yang lainnya. Namun dalam perjalanannya dia bertemu dengan Iron Man yang berperan sebagai pemberi fasilitas superhero. Dalam hal ini adalah baju laba-laba yang digunakan.

Hal ini menyebabkan Iron man seolah jadi orang tua atau guru dari spider-man tersebut.  Itu diperkuat dengan keinginan dari spider-man untuk bisa bergabung bersama tim Iron Man. Mungkin kamu akan mengetahui makna team Iron-man jika beberapa waktu yang lalu menonton film the avengers dimana Iron Man bermusuhan dengan Captain America.

Secara keseluruhan film ini cukup menarik untuk ditonton di akhir pekan begitu juga jika anda ingin menonton bersama anak-anak. Film ini tergolong aman. Namun dari sisi penonton dewasa mungkin akan terkesan membosankan dan kurang menarik. Tapi selera jelas berbeda.

Untuk urusan grafis jangan di tanya. Marverl mengemas dengan sempurna dan apiik.

Cast:

Tom Holland … Peter Parker / Spider-Man

Michael Keaton … Adrian Toomes / Vulture

Robert Downey Jr. … Tony Stark / Iron Man

Marisa Tomei … May Parker

Jon Favreau … Happy Hogan

Gwyneth Paltrow … Pepper Potts

Zendaya … Michelle

Donald Glover … Aaron DavisJ

Jacob Batalon … Ned

Laura Harrier … Liz

Tony Revolori … Flash

Bokeem Woodbine … Herman Schultz / Shocker

Trailler:


khedi

khedi

Mahasiswa jurusan tekhnik informatika di jakarta. Mulai rajin nge-blog 2 tahun yang lalu. Sangat suka dengan teknologi terbaru. Terutama produk apple tapi tidak mau di sebut fanboy. Suka film fantasi, sci-fi, action, dan animasi.

1 Comment

Review Jumanji : welcome to the junggle 2017 sungguh keren ceritanya - KHEDISFILE.COM · December 26, 2017 at 3:49 pm

[…] urusan animasi dan grafis komputer ada yang lebih mengagumkan lagi misal justice league dkk. Jadi saya tidak terlalu kagum dengan urusan grafik. Bukan karena tidak bagus namun karena […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Terbaru

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya?

Istri arie untung Fenita Arie ber hijab apa penyebabnya? Kali ini yang trending topik dari dunia hiburan adalah istri arie untung yaitu fenita arie. Sebenarnya adalah kabar gembira sehingga kami memuatnya dalam kanal kami. Kabar Read more…

Review film

The Greatest Showman 2017 indonesia: Amazing dan heroik ceritanyapun dalam

Setelah kemarin membahas Jumanji, kini saya akan membahas sebuah film yang ternyata sangat menarik perhatian masyarakat indonesia. Yaitu The Greatest Showman. Film yang fenomenal dan merupakan inspirasi dari kisah nyata adalah karya terbaik yang mungkin akan Read more…

Review film

Review Jumanji : welcome to the junggle 2017 sungguh keren ceritanya

Saya sedikit lupa mengenai film jumanji dulu. Karena maklum ketika jumanji yang pertama saya masih bau ingus. Haaa, itupun nonton di TV 24 inch yang banyak semutnya. Berbeda dengan sekarang, sudah mampu beli tiket buat Read more…

%d bloggers like this: