Melatih diri untuk perpisahan

1379 views

Suatu yang pasti di dunia ini adalah perpisahan. Segala sesuatu, benda, even, yang riil dan juga yang abstrak akan merasakan perpisahan. Bahkan ketika pertemuan itu baru sekedar rencara, perpisahan sudah mengikutinya. Jika sekarang kamu sedang bersama pasangan maka mulailah persiapkan datangnya perpisahan, jika kamu sedang memiliki mobil mewah persiapkan juga untuk kehilangan, jika kamu sedang bekerja di perusahaan mewah persiapkan juga untuk kebangkrutan, jika kamu sedang menduduki posisi jabatan yang tinggi persiapkan lah untuk pensiun. Dan perpisahan yang mengakhiri semuanya adalah kematian, maka persiapkan juga untuk itu.

melatih diri untuk perpisahan

Pegunungan Kec. Punggelan, Kab. Banjarnegara kampung penulis

Melatih diri untuk perpisahan

"Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai". Itu adalah pesan yang juga bisa di terapkan dalam melatih diri untuk perpisahan. Jangan di lebih-lebihkan, dan jangan di dramatisir serta jangan juga di lebay-lebaykan.

Bersikap wajar dan tetap rendah hati sembari mencari cara mensyukuri apa yang ada saat ini. Punya pacar atau pasangan, perlakukan lah sebagaimana mestinya takperlu cinta sehidup semati. Tak perlu juga di bangga-banggakan, tak perlu juga di awasi kemana dia pergi. Jangan juga percaya sepenuh hati kepadanya dan jangan juga memastikan bahwa dia tidak akan berhianat. Punya uang jangan terlalu di irit-irit takut habis, belanjakanlah untuk mencukupi kebutuhan. Kemudian lebihnya di investasikan jangan lupa juga zakat. Punya sahabat jangan terlalu di percaya, siapakah yang akan lebih dipercaya selain mereka yang beriman. Karena yang beriman tidak akan berhianat, mereka tidak berhianant bukan karena kita sahabatnya tapi karena mereka takut ke pada tuhan mereka. Jika kita takut sahabat kita melakukan hal-hal yang buruk seperti berbohong, hianat, dzolim, maka orang-orang yang beriman sudah berusaha menghindari hal itu dari diri mereka sejak kalimat ikrar di nyatakan.

Selalu persiapkan plan B

Ketika pertemuan pertama dengan pasangan,  sahabat, pekerjaan, kekayaan, uang, jabatan maka sejak saat itu persiapkan plan B. Plan B jika perpisahan dengan semua itu datang. Jangan merasa puas dan nyaman dengan apa yang sudah kita dapatkan, apa lagi membangga-banggakan. Karena kita berdiri di atas waktu yang berjalan. Jika kita diam maka kita akan tertarik ke belakang. Mulailah bergerak menyiapkan plan B sembari menjalani hidup yang sekarang. Contohnya siapkan pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi sembari menikmati pekerjaan kamu saat ini, bisa juga dengan menambah skil dari kursus atau membaca buku. Siapkan penghasilan cadangan dan tambahan seperti online marketing, atau tanam saham sembari mendapatkan gaji tetap di tempat kerja. Siapkan hal terburuk jika sahabat yang kita percayai berhianat. Caranya jangan percayakan semua hal kepadanya, sebarkan hal-hal yang berbeda (lebih dari satu sahabat) sebagai jaga-jaga jika salah satu sahabat berhianat maka tidak semua dia kuasai. Persiapkan pacar ke -2 siapa tahu pasangan kamu saat ini nantinya tidak bisa dipercaya 🙂

Pohon coklat mulai berbuah. Punya probadi

Pohon coklat mulai berbuah. Punya pribadi

Bagaimana jika plan B tidak digunakan?

Plan B hanyalah usaha untuk mengurangi rasa penyesalan saat perpisahan yang sudah pasti itu terjadi. Adapun jika plan B yang kita lakukan itu adalah sesuatu yang baik, maka sesuai hukum aksi reaksi tidak ada yang tidak menghasilkan. Semua akan mendatangkan hasil termasuk juga pahala. Jadi hanya lakukan plan B yang jelas baik dan benar. Satu lagi semua tidak ada yang kebetulan, jadi selalu cari hikmah dari apa yang terjadi. Baca juga Manfaat diary sebagai penghibur di masa datang.

Ditulis minggu siang, saat pikiran melayang jauh kemana. Berusaha menenangkan diri atas apa yang terjadi. Berpikir apa dan bagaimana. Sedikit galau tapi tidak diakui. Celoteh anak rantau menunggu waktu.

Tags: #gaji #jabatan #kerja #pacar #perpisahan #sahabat

Leave a reply "Melatih diri untuk perpisahan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Author: 
    author