Sejarah dan Pesan Moral Hari Kebangkitan Nasional

38 views

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tahun oleh masyarakat Indonesia pada tanggal 20 Mei. Tapi, apa alasan di balik pemilihan tanggal tersebut, ya?

Sejarah Penetapan Hari Kebangkitan Nasional

Jika ditelusuri di catatan sejarah, tanggal 20 Mei menandai hari lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang merupakan salah satu organisasi pertama di Tanah Air yang menjunjung dan menyuarakan nasionalisme pada masa penjajahan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Boedi Oetomo sendiri secara khusus merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan. Hanya saja, sejak tahun 1910-an, program-program Boedi Oetomo lebih fokus pada sektor pendidikan. Salah satunya adalah didirikannya sekolah untuk anak laki-laki dan perempuan di Jawa Tengah.

Hal tersebut merupakan sebuah terobosan luas biasa pada masa tersebut. Pasalnya, pemerintah kolonial Belanda benar-benar membatasi akses pendidikan bagi warga Indonesia hanya untuk kalangan tertentu saja. Dan dengan keberadaan sekolah rakyat yang didirikan oleh Boedi Oetomo, terutama setelah organisasi ini menerima anggota dari kalangan masyarakat biasa mulai dari tahun 1920, Boedi Oetomo berkembang menjadi organisasi rakyat yang kemudian mulai fokus pada dunia politik dengan kemerdekaan Indonesia sebagai tujuannya.

Usulan mengenai penetapan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional diajukan oleh Ki Hajar Dewantara dan Dr. Radjiman Wediodiningrat sebagai sebuah upaya untuk persatuan nasional. Pasalnya, Indonesia tengah menghadapi risiko perpecahan karena konflik di daerah serta persaingan politik di ranah nasional pada 1948. Belum lagi, Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Usulan penetapan Hari Kebangkitan Nasional pun diajukan dan disahkan oleh Presiden Soekarno sebagai simbol persatuan politik. Apalagi, Boedi Oetomo juga menandai kelahiran organisasi modern pertama di Indonesia yang menginisiasi penggalangan kesatuan nasional.

Pesan Moral Hari Kebangkitan Nasional

Kelahiran Boedi Oetomo merupakan gagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang meskipun bukan pendiri tapi memiliki ide dan inspirasi untuk membuat perubahan bagi kemajuan bangsanya. Gagasannya pun tersebar di kalangan mahasiswa kedokteran di STOVIA, yang kemudian berujung dengan kelahiran Boedi Oetomo. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan besar selalu bermula dari ide, yang dieksekusi agar dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Di samping itu, sebelum Boedi Oetomo fokus pada dunia politik, organisasi ini lebih dulu fokus menggarap berbagai kegiatan di dunia pendidikan. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa, dan bahwa pendidikan harus dapat diakses secara merata oleh masyarakat dari berbagai lokasi, kelas sosial, maupun kelas ekonomi. Karena tanpa adanya sekolah rakyat dan pergerakan rakyat yang berakar dari Boedi Oetomo, kemerdekaan Indonesia bisa jadi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diwujudkan.

Satu lagi pesan moral penting lain dari Hari Kebangkitan Nasional dan kelahiran Boedi Oetomo adalah pentingnya untuk membagi dan menyebarkan ide mulia dan cita-cita luhur, seperti yang dilakukan oleh para pendiri Boedi Oetomo yang terinspirasi gagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Tags: #hari kebangkitan nasional #harkitnas

Leave a reply "Sejarah dan Pesan Moral Hari Kebangkitan Nasional"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Author: 
    khedi
    Mahasiswa jurusan tekhnik informatika di jakarta. Mulai rajin nge-blog 2 tahun yang lalu. Sangat suka dengan teknologi terbaru. Terutama produk apple tapi tidak mau di sebut fanboy. Suka film fantasi, sci-fi, action, dan animasi.