Sejarah dan Pesan Moral Hari Keluarga

39 views

Tak perlu diragukan lagi bahwa keluarga memiliki peran besar dalam kehidupan masing-masing individu. Selain menjadi orang-orang dengan pertalian darah, keluarga juga merupakan lingkungan paling spesifik atau sempit dalam struktur sosial masyarakat, sehingga akan selalu memberikan dampak signifikan bagi masing-masing pribadi. Mulai dari kemampuan sosial, emosional, hingga kognitif, semuanya dimulai dari keluarga sebelum akhirnya individu terjun di dunia masyarakat yang lebih luas dan beragam.

Pentingnya peran keluarga ini kemudian diwujudkan lewat penetapan Hari Keluarga Nasional, atau yang juga disingkat sebagai Harganas. Meskipun perayaan Hari Keluarga Nasional jarang terdengar, sebenarnya penetapannya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 1993. Hari Keluarga Nasional sendiri jatuh pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya.

Sejarah Penetapan Hari Keluarga Nasional

Sosok yang mengusulkan penetapan Hari Keluarga Nasional untuk diperingati setiap tanggal 29 Juni adalah Haryono Suyono. Ia adalah ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Usulannya pun akhirnya berujung pada penetapan Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang diperingati pada tanggal tersebut pada tahun 1993 dan diperingati sampai sekarang.

Makna di Balik Hari Keluarga Nasional

Pada saat penetapan Hari Keluarga Nasional, Haryono Suyono pun memberikan penjelasan mengenai tiga gagasan utama yang menjadi makna dari hari tersebut, serta mengapa Hari Keluarga Nasional merupakan hari yang perlu dicetuskan dan diperingati. Ketiganya adalah sebagai berikut:

1.      Hari Keluarga Nasional diperingati untuk mewarisi semangat para pahlawan dan perjuangan bangsa.

2.      Hari Keluarga Nasional diperingati sebagai wujud penghargaan atas pentingnya peranan keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan serta keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.

3.      Hari Keluarga Nasional diperingati sebagai momentum untuk membangun keluarga yang bekerja keras agar dapat mewujudkan keluarga yang sejahtera.

Hanya saja, perayaan Hari Keluarga Nasional perlu diresapi dan dimaknai bukan hanya oleh mereka yang sudah berkeluarga, tapi seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang status kawinnya. Sebab, setiap orang pasti datang dari sebuah keluarga. Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pentingnya peran keluarga terhadap seorang individu salah satunya adalah pembentukan karakter, sikap, emosi, hingga kognitif atau kecerdasan.

Perayaan Hari Keluarga Nasional pun tidak perlu dilakukan dengan meriah, apalagi sampai mewah dan berlebihan. Jika mengacu pada anjuran BKKBN, Hari Keluarga Nasional dapat diperingati oleh siapa saja dengan cara yang sederhana sekalipun. Contohnya dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan melakukan aktivitas seru bersama-sama. Dan bagi Anda yang merantau sehingga jauh dari keluarga, Anda bisa manfaatkan teknologi untuk mendekatkan, seperti lewat panggilan telepon, bahkan hingga panggilan video alias video call.

Tak heran jika lirik sebuah lagu mengatakan bahwa “harta yang paling berharga adalah keluarga”, apalagi dengan mempertimbangkan peran penting dari keluarga bagi setiap individu.

Tags: #hari keluarga

Leave a reply "Sejarah dan Pesan Moral Hari Keluarga"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Author: 
    khedi
    Mahasiswa jurusan tekhnik informatika di jakarta. Mulai rajin nge-blog 2 tahun yang lalu. Sangat suka dengan teknologi terbaru. Terutama produk apple tapi tidak mau di sebut fanboy. Suka film fantasi, sci-fi, action, dan animasi.